Postingan

Menampilkan postingan dengan label Religi

HAKIKAT SEORANG HAMBA

Gambar
  Gambar Pinterest HAKIKAT SEORANG HAMBA Kata "hamba" dalam bahasa Yunani 'DOULOS', adalah budak = slave, artinya adalah hamba yang terikat. Dahulu kala hamba itu diperjualbelikan, maka hidup seorang hamba ditentukan oleh tuannya. Pada zaman itu ketika seseorang  mendaftarkan kekayaannya, seperti lembu, domba dan lainnya termasuk juga jumlah budak yang dia miliki karena termasuk bagian dari harta kekayaan. Hamba, adalah orang yang sepenuhnya taat kepada tuannya, karena hidupnya sudah dibeli dan dirinya sepenuhnya bukan lagi haknya. Hidup seorang hamba adalah pemberian tuannya. Untuk itu bagaimanakah karakter seorang hamba yang baik, tentu saja seorang yang patuh terhadap apa saja perintah tuannya dan senantiasa puas terhadap segala pemberiannya. Seorang hamba yang baik tidak pernah merasa dirinya adalah miliknya. Senantiasa berfikir dan berpandangan positif terhadap tuannya.  Pemberian tuannya adalah anugerah baginya, tidak pernah terpikir olehnya untuk mengemis ke

BATU TAWAJJUH

Gambar
  BATU DALAM KHATAM TAWAJJUH Dalam tarikat Naqsyabandiyyah melazimkan zikir adalah kewajiban yang harus dilakukan jamaahnya. Zikir tersebut ada yang dilakukan secara sendiri sendiri dan adapula yang dilakukan secara jamaah.  Zikir yang berjamaah dilakukan secara periodik, sedangkan zikir sendiri dilakukan setiap hari dan sepanjang waktu. Zikir sendiri sendiri dilakukan sesuai dengan kafiat dan tingkatan kaji yang telah diajarkan guru atau Mursyid. Sedangkan zikir berjamaah dilakukan dengan melafalkan Ismu zat didalam hati tanpa ada perbedaan tingkatan kaji.  Zikir yang berjamaah ini dikenal dengan sebutan tawajjuh dan khatam tawajjuh. Perbedaan keduanya terletak pada kafiat bacaan dalam zikir serta ada alat bantu perhitungan jumlah zikir dengan menggunakan sejumlah batu dalam khatam tawajjuh . Sebelum memulai kegiatan tawajjuh atau khatam tawajjuh maka jamaah harus memenuhi adab yang disyaratkan yaitu : 1. Suci dari hadas kecil dan hadas besar.   2. Duduk tawaruk kebalikan dari du

ZIKIR DALAM TAWAJJUH

Gambar
  BERZIKIR DALAM KEGIATAN TAWAJJUH  Dalam Surat An-Nisa ayat 103 disebutkan " Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring ". Kemudian dalam surat Ar-Ro'du ayat 28 disebutkan " Orang orang yang beriman hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram".  Dua ayat diatas adalah merupakan perintah Allah SWT kepada orang yang beriman untuk melazimkan zikir dalam kehidupannya sehari hari. Zikir artinya adalah mengingat, menyebut, menuturkan, mengerjakan amalan Sholeh. Sehingga dari bentuknya zikir tersebut bisa dilafalkan dengan lidah, diamalkan dengan perbuatan atau ingatan di dalam hati yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Zikir juga dimaknai sebagai upaya untuk menyingkirkan keadaan lupa dan lalai kepada Allah. Caranya dengan selalu ingat kepada-Nya. Zikir mengeluarkan seorang mukmin dari suasana lupa, untuk kemud

SILSILAH TARIKAT NAQSYABANDIYYAH DESA KOTO RANAH

Gambar
Abuya H Mawardi   SILSILAH TARIKAT NAQSYABANDIYYAH DESA KOTO RANAH   Silsilah  yang dimaksud disini adalah bagan yang menampilkan hubungan sesuatu secara berkelanjutan tanpa terputus yang berguna untuk menampilkan data hubungan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sedangkan silsilah tarikat adalah susunan nama-nama tokoh tarikat yang berurutan dan menyambung satu sama lain sampai kepada nabi Muhammad, Malaikat Jibril dan Allah Taala. Dengan adanya silsilah tarikat akan dapat digambarkan sumber ilmu tarikat yang didapat seseorang yang akan berpangaruh terhadap legitimasi dan keabsahan ilmu tarikat tersebut. Bagi seorang guru tarikat atau mursyid, silsilah yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan adalah syarat mutlak baginya untuk mengajarkan ilmu tarikat atau memimpin tarikat. Salah satu guru atau mursyid yang menyebarkan tarikat adalah Abuya H. Mawardi. Abuya H Mawardi mengajarkan sekaligus memimpin tarikat Naqsyabandiyyah yang bertempat di desa Koto Ranah kecamatan Kab

SULUK DI SURAU SULUK " ONGKU PANJANG " DESA KOTO RANAH

Gambar
Foto depan surau suluk Ongku Panjang   SULUK DI SURAU ONGKU PANJANG DESA KOTO RANAH SEKILAS TENTANG SURAU SULUK “ ONGKU PANJANG”         Pada Bulan Ramadhan setiap tahunnya, seluruh surau suluk akan mengadakan kegiatan khalwat di kabupaten Rokan Hulu. Begitu pula dengan Surau Suluk Ongku Panjang Desa Koto Ranah. Surau suluk ini didirikan oleh Ongku panjang sehingga penulis menyebutnya dengan Surau Suluk “ Ongku Panjang ”. Ongku Panjang merupakan sahabat Syeh Aidarus Ghani yang merupakan putra dari Syeh Abdul Ghani Alkholidi yang menyebarkan Tarikat Naqsyabandiyyah di daerah Rokan Kiri. Mereka berdua adalah sahabat sekaligus teman seperguruan, dimana sama sama berbaiat tarikat dengan Syeh Abdul Ghani Alkholidi di Batu Bersurat.         Setelah menimba cukup ilmu kepada Syeh Abdul Ghani Alkholidi, Ongku Panjang pulang ke kampung halamannya di Desa Koto Ranah Kecamatan Kabun dan mendirikan surau suluk disana. Setelah meninggal dunia sejak tahun 1993, pengelolaan surau suluk tersebut