Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dongeng Melayu

SIHIR ILMU TINGGAM IKAN PARI SUNGAI ROKAN

Gambar
Ikan Pari SIHIR ILMU TINGGAM IKAN PARI SUNGAI ROKAN Ikan Pari Sungai Rokan   pada umumnya dimanfaatkan oelh masyarakat melayu Rokan menjadi salah satu ikan konsumsi yang cukup diminati masyarakat. Dagingnya yang tidak bertulang jika diolah dengan tepat memiliki rasa yang gurih dan enak. Untuk mengkonsumsi ikan pari tidak perlu kuatir ketulangan, karena ikan pari hanya memiliki tulag rawan dan tidak ada tulang duri didagingnya. Walaupun sudah jarang, kadang kadang Ikan ini sesekali bisa ditemukan di jual dipasar Ujungbatu seharga Rp.60 ribu per Kg. Bagi para sahabat hobby mancing, Ikan Pari Sungai Rokan bisa didapatkan dengan menggunakan umpan cacing tanah atau udang. Untuk spot mancing di Sungai Rokan, bisa spot pecandang, kulim, sungai kuti dan lainnya. Ciri khas Ikan ini adalah cendrung hidup di daerah aliran sungai yang deras dan dalam dengan dasar yang berlumpur atau berpasir. Jika telah terkait di mata pancing, sahabat hobby mancing harus ekstra berhati hati terhadap sengat y

MANUSIA CINAKU DI SUNGAI TAMPAK

Gambar
 Pagi itu Tumpie dan istrinya berangkat menuju dunia manusia setelah tadi malam menceritakan niat mereka untuk mulai menetap di dunia manusia kepada kedua mertuanya. Dengan membawa perbekalan yang telah disiapkan, akhirnya mereka sampai di gerbang penghubung dunia bunian dan dunia manusia. Mereka berjalan sesuai arah kaki melangkah, tampaknya tujuan mereka bukanlah kampung Tonang. Istri Tumpie tampaknya patuh pada suaminya tanpa banyak bertanya kemana sang suami membawanya pergi. Setelah jauh berjalan menyusuri lebatnya hutan Suligi, tampak kepulan asap yang muncul dari sebuah lembah.  Tumpie berkata pada istrinya, Piah disana kayaknya lembah Semboyak ya??? Tanpa memberi istrinya kesempatan menjawab.  " Piah, kita kan sedang mencari cari tempat menetap yang ada sungainya,  mungkin disana ada, seru Tumpie kemudian Ya bg, Piah ikut aja, jawab istrinya. Bagaimana kalau kita menuju kepulan asap dilembah itu bg??, Mana tau disana ada sungai, biasanya asap seperti itu, adalah akibat ada

KAMPUNG BUNIAN BUKIT SULIGI

Gambar
KAMPUNG BUNIAN BUKIT SULIGI         Pagi itu dengan bersemangat Tumpie berjalan menuruni sebuah lembah di perbukitan bukit suligi. Lebatnya tajuk pepohonan yang mengisi hutan suligi membuat sinar mentari tidak bisa langsung mencapai permukaan tanah.   Bermacam tumbuhan saling bersaing tinggi agar bisa mendapatkan sinar mentari sebagai sumber fotosintesis. Yang kalah bersaing kelihatan kerdil dan tak bisa tumbuh normal. Tampak pula daun dan ranting pepohonan yang gugur dan sebagian telah lapuk menjadi sumber nutrisi bagi tumbuhan penghuni hutan. Bunyi jangkrik dan kicau burung, menjadi musik yang menemani perjalanan Tumpie. Tak sabar rasanya ia segera berjumpa dengan istrinya “Piah” Putri Suligi, sudah dua minggu ini dia meninggalkan kampung bunian karena menolong penduduk kampung Tonang dari teror Nenek Gargasi. Seperti biasanya kali ini dia tetap membawa peralatan seperti orang sedang pergi memasang perangkap kijang, guna untuk menutupi kepergian yang sebenarnya adalah untuk masuk

NENEK KAYO ANDO DARI PEMATANG PUTI

Gambar
  NENEK KAYO ANDO            Sebagai orang pertama yang membuka ulayat di perkampungan Pematang Puti membuat Nenek Kayo Ando memiliki tanah yang sangat luas dan di daulat menjadi penghulu kampung. Setiap orang yang datang menetap, harus melewati izin darinya. Awalnya hanya satu dua rumah disana, tapi saat ini telah menjadi perkampungan yang padat penduduk. Kehidupan Nenek Kayo Ando saat ini tidak kekurangan apapun kecuali sebuah kenyataan dia adalah seorang janda. Hasil pertanian dari ladang padinya yang sangat luas untuk sekali panen cukup untuk hidup selama beberapa tahun kedepan. Tidak adanya pesaing dalam perniagaan menjadikan Nenek Kayo Ando menjadi orang terkaya satu satunya di Pematang Puti. Dengan kekayaannya Nenek Kayo Ando mampu menjadi penghulu kampung yang disegani. Banyaknya jawara yang menjadi pengawal serta banyaknya karyawan yang mengelola perniagaan dan ladang padinya menambah wibawa kepemimpinannya.         Walaupun menjadi penghulu kampung yang punya segalany

DATUK GODANG CINCIN

Gambar
  DATUK GODANG CINCIN           Sebuah hamparan air danau yang berwarna jernih kehijauan terlihat indah dengan adanya latar belakang pemandangan bukit suligi yang diisi oleh hutan belantara. Bias bayangan pepohonan didalam air danau akibat pantulan cahaya matahari menambah indahnya suasana utara danau seakan menyuguhkan sebuah lukisan yang alami. Jika dilihat keselatan tampak pula dari kejauhan perkampungan penduduk yang berada di dataran yang sangat tinggi, seakan bersaing dengan tingginya puncak bukit suligi. Atap rumah dari daun rumbia tampak muncul satu dua buah diantara rimbunnya tanaman yang ada dipekarangan penduduk tersebut. Karena saking tingginya perkampungan itu, jika sebuah perahu merapat, maka kepala harus tengadah atau melonggak ( dalam bahasa melayu rokan ) agar bisa melihat jalan kearah kampung tersebut. Mungkin karena inilah orang sekitar menamakannya bukit langgak.         Tiba tiba tampak sebuah perahu yang didayung seseorang dari sebuah tepian yang ada dibukit

SI TUMPIE, NENEK GARGASI DAN PUTRI SULIGI

Gambar
  SI TUMPIE, NENEK GARGASI DAN PUTRI SULIGI   Dari jauh tampak seseorang sedang menuruni lereng bukit suligi ditengah kabut tipis yang menyelimuti puncak bukit tersebut.   Semburat tipis cahaya matahari pagi menyebabkan munculnya pelangi dan kicauan aneka jenis burung menyajikan musik alami yang menenangkan hati.   Sembari memikul sesuatu, seseorang tersebut tampak sedang bergembira. Setelah dilihat dari dekat, tampak seorang pemuda yang kekar lagi tampan dengan kulit yang berwarna putih, ternyata dia sedang memikul seekor hewan buruan yang tadi malam terjebak diperangkap yang dibuatnya. Dialah si Tumpie, kesehariannya dalam memenuhi kebutuhan lauk pauknya dirumah, selalu menggantungkan hidupnya kepada alam. Kadang memancing ikan disungai, kadang memasang jerat dihutan, hasil tangkapannya nantinya sebagian untuk dimakan dan sebagian lagi untuk ditukar dengan keperluan dapur lainnya di pasar tradisional kampung Tonang. Pagi ini, Si Tumpie mendapatkan seekor kijang jantan   yang cu

LABI BERTUAH DAN DANAU SULIGI

Gambar
  Labi Bertuah dan Danau Suligi Semburat cahaya mentari bersinar terang menembus lebatnya tajuk pepohonan dan dedaunan hutan Bukit Suligi. Hujan lebat dimalam itu, membuat suasana udara pagi terasa segar, ditambah lagi bunyi desiran angin dan gemericik air sungai , yang mengalir deras seakan tak terpengaruh oleh banyaknya batuan cadas yang menghalangi, bahkan menambah indahnya suasana alam dengan adanya tujuh tingkatan bebatuan tersebut, bak lukisan alam nyata yang menyuguhkan air terjun tujuh serangkai. Tampak sepasang burung Murai Batu, yang berkicau silih berganti diatas batuan cadas yang terdapat ditengah aliran sungai yang agak dangkal. Dibawahnya bebatuan halus berkilau kilau akibat tertimpa sinar mentari. Nun jauh diujung sungai tampak bukit Suligi, dengan ciri khas sebatang beringin tua yang tumbuh tinggi menjulang, yang dihinggapi kumpulan burung Enggang dengan suara yang memekak kan telinga. Tak berapa kemudian tampaklah sebuah sampan tengah didayung oleh seorang tua ren